Our social:

Latest Post

Minggu, 20 Agustus 2017

Keutamaan Ridho Kepada Allah Rasul dan Agama Islam

Dari ‘Abbas bin ‘Abdil Muththalib radhiyallahu ‘anhu, bahwa dia telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,



Akan merasakan kelezatan/kemanisan iman, orang yang ridha kepada Allah  sebagai Rabbnya dan Islam sebagai agamanya serta (nabi) Muhammad sebagai rasulnya”[1].

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan ridha kepada Allah Ta’ala, Rasul-Nya dan agama Islam, bahkan sifat ini merupakan pertanda benar dan sempurnanya keimanan seseorang[2].

Imam an-Nawawi – semoga Allah Ta’ala merahmatinya – ketika menjelaskan makna hadits ini, beliau berkata: “Orang yang tidak menghendaki selain (ridha) Allah Ta’ala, dan tidak menempuh selain jalan agama Islam, serta tidak melakukan ibadah kecuali dengan apa yang sesuai dengan syariat (yang dibawa oleh) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak diragukan lagi bahwa siapa saja yang memiliki sifat ini, maka niscaya kemanisan iman akan masuk ke dalam hatinya sehingga dia bisa merasakan kemanisan dan kelezatan iman tersebut (secara nyata)”[3].

Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:

Arti “ridha kepada sesuatu” adalah merasa cukup dan puas dengannya, serta tidak menginginkan selainnya”[4].

Arti “merasakan kelezatan/kemanisan iman” adalah merasakan kenikmatan ketika mengerjakan ibadah dan ketaatan kepada Allah Ta’ala, bersabar dalam menghadapi kesulitan dalam (mencari) ridha Allah Ta’ala dan rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan mengutamakan semua itu di atas balasan duniawi, disertai dengan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya dengan melakukan (segala) perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya[5].

Makna “ridha kepada Allah Ta’ala sebagai Rabb” adalah ridha kepada segala perintah dan larangan-Nya, kepada ketentuan dan pilihan-Nya, serta kepada apa yang diberikan dan dicegah-Nya. Inilah syarat untuk mencapai tingkatan ridha kepada-Nya sebagai Rabb secara utuh dan sepenuhnya[6].

Makna “ridha kepada Islam sebagai agama” adalah merasa cukup dengan mengamalkan syariat Islam dan tidak akan berpaling kapada selain Islam. Demikian pula “ridha kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rasul” artinya hanya mencukupkan diri dengan mengikuti petunjuk dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah, serta tidak menginginkan selain petunjuk dan sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam [7].

Sifat yang mulia inilah dimiliki oleh para sahabat Rasulullah, generasi terbaik umat ini, yang semua itu mereka capai dengan taufik dari Allah Ta’ala, kemudian karena ketekunan dan semangat mereka dalam menjalankan ibadah dan ketaatan kepada Allah Ta’ala. Sebagaimana dalam firman-Nya,

Tetapi Allah menjadikan kamu sekalian (wahai para sahabat) cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan perbuatan maksiat. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus” (QS al-Hujuraat:7).

Juga yang disebutkan dalam hadits shahih: “Memang demikian (keadaan) iman ketika kemanisan/kelezatan iman itu telah masuk dan menyatu ke dalam hati manusia (para sahabat radhiyallahu ‘anhum)”[8].


Sumber: muslim

Kamis, 17 Agustus 2017

Pesona Wisata Ngarai Sianok Keindahan Indonesia

Pesona wisata. Di samping Jam Gadang, karakteristik kota Bukittinggi ialah adanya Ngarai Sianok yang mempunyai pemandangan indah. Ngarai yang terletak di barat daya kota Bukittinggi ini mempunyai dua dinding bukit yang nyaris tegak lurus setinggi selama 100 meter berdiri berhadapan sehingga menyusun semacam jurang. Di dasar jurang yang luas ini ada areal persawahan dan sungai yang berliku- liku menghasilkan panorama yang mengesankan.


Pada pagi hari, pemandangan di Ngarai terlihat lebih mengesankan, saat kabut yang menyelimuti dinding bukit dan sungai serta sawah di bawahnya seolah hilang dari pandangan seiring timbulnya matahari pagi. Sementara di kejauhan matahari terlihat mulai menyingsing dari balik puncak Gunung Singgalang.

Taman Panorama di sekitar Ngarai Sianok adalahtempat yang populer dikalangan warga sebagai lokasi bersantai sambil merasakan udara sore. Taman yang terletak di bagian unsur selatan kota Bukittinggi ini menghadap ke Ngarai Sianok. Di taman ini terdapat sebanyak gua yang dipergunakan oleh tentara Jepang guna perlindungan sekitar Perang Dunia ke-II. Gua-gua ini di bina dengan memakai tenaga semua tawanan yang dikenakan hukuman kerja paksa. Wisatawan bisa masuk ke dalam gua yang gelap ini tetapi perlu ditemani pembimbing dan lampu senter.